Wilayah Patani secara historis dikenal sebagai "Pintu Gerbang Mekah" di Asia Tenggara. Ulama besar seperti Syeikh Daud al-Fatani dan Syeikh Ahmad al-Fatani telah mengabadikan ilmu-ilmu Islam dalam tulisan Jawi. Tradisi ini meresap ke dalam tata cara ibadah harian, termasuk khutbah.
Hingga saat ini, naskah khutbah dalam tulisan Jawi dianggap memiliki nilai keberkahan ( barakah ) tersendiri. Penggunaan aksara ini membantu khatib menjaga kefasihan dalam melafalkan istilah-istilah Arab yang diserap ke dalam bahasa Melayu, sekaligus mempertahankan kosa kata klasik yang sarat makna. 2. Struktur Khutbah Jumat Jawi Patani khutbah jumat jawi patani
"Khutbah Jumat Jawi Patani" bukan sekadar teks keagamaan; ia adalah warisan intelektual yang menghubungkan generasi sekarang dengan kegemilangan ulama-ulama besar masa lalu. 1. Akar Sejarah: Jawi sebagai Bahasa Ilmu termasuk khutbah. Hingga saat ini