Imam al-Hishni menekankan pentingnya kafa’ah atau kesetaraan dalam pernikahan. Kafa'ah bertujuan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Beberapa aspek yang diperhatikan meliputi: Kesalehan agama (hal yang paling utama). Nasab atau garis keturunan. Kemandirian ekonomi dan profesi.
Setelah akad dinyatakan sah, muncullah hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak: terjemahan kitab kifayatul akhyar bab nikah exclusive
Terjemahan Kitab Kifayatul Akhyar Bab Nikah: Panduan Lengkap dan Eksklusif Nasab atau garis keturunan
Jika Anda ingin mendalami bagian tertentu, saya bisa membantu menjelaskan: Urutan yang sah secara urutan nasab. Syarat mendetail mengenai saksi nikah yang adil. Macam-macam mahar (Musamma vs Mithil). Syarat mendetail mengenai saksi nikah yang adil
Mempelai Pria: Harus jelas orangnya, beragama Islam, dan bukan mahram bagi wanita tersebut.Mempelai Wanita: Harus terbebas dari halangan syar’i (bukan istri orang lain, tidak dalam masa iddah).Wali: Ayah kandung, kakek, atau pihak yang memiliki otoritas sesuai urutan nasab.Dua Orang Saksi: Harus laki-laki, adil, merdeka, dan beragama Islam.Sighat (Akad): Terdiri dari Ijab (serah dari wali) dan Qabul (terima dari mempelai pria). Kriteria Memilih Pasangan (Sekufu)
Mahar (Mas Kawin): Hak mutlak istri yang wajib diberikan suami, baik secara tunai maupun hutang.Nafkah: Kewajiban suami untuk menyediakan pangan, sandang, dan papan yang layak.Mu’asyarah bil Ma’ruf: Kewajiban untuk saling memperlakukan pasangan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang. Kesimpulan